Aktivitas Distribusi dan Pemasaran Ikan Koi di Kabupaten Bogor

Kabupaten Bogor menjadi salah satu dari 197 kabupaten/kota yang ditetapkan menjadi kawasan minapolitan oleh Kementerian Kelautan Perikanan. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bogor No.523.31/227/Kpts/Huk/2010, lokasi yang dipilih sebagai kawasan minapolitan ada empat kecamatan, yakni Kecamatan Ciseeng, Parung, Gunung Sindur, dan Kemang.  Kecamatan Ciseeng dipilih sebagai minapolis atau pusat kotanya, sedangkan tiga kecamatan lainnya merupakan kawasan pendukung.


Potensi lahan untuk kegiatan perikanan budidaya di kawasan minapolitan Kabupaten Bogor adalah seluas 2.592,5 ha yang tersebar di empat kecamatan kawasan pengembangan, yaitu Kecamatan Ciseeng seluas 1.309,5 ha, Kecamatan Parung seluas 607 ha, Kecamatan Gunung Sindur seluas 192  ha, dan Kecamatan Kemang seluas 484  ha. Kegiatan perikanan budidaya air tawar di kawasan minapolitan tersebut sudah cukup berkembang, dengan komoditas utama yaitu ikan lele, gurame, ikan hias dan beberapa jenis lainya. 


Berdasarkan data statistik Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Bogor, produksi ikan hias pada tahun 2015 mencapai 242.520,23 RE (ribu ekor), jumlah ini adalah 100,12% dari target Tahun 2015 sebesar 242.218 RE; atau mengalami kenaikan 3,12% jika dibandingkan dengan realisasi produksi ikan hias tahun 2014 sebesar 235.173,74 RE. Peningkatan ini terjadi seiring dengan meningkatnya permintaan pasar dan peningkatan infrastruktur pendukung pemasaran ikan hias. Untuk ikan koi, data statistik tahun 2014 menyebutkan bahwa produksi terbesar berasal dari Kec. Ciampea sebesar 5.225,11 RE, menyusul Kec. Pamijahan sebesar 5.146,81 RE dan posisi ketiga adalah Kec. Parung sebesar 3.625,00 RE.
 
Jenis Ikan Koi

Jenis ikan koi yang dikembangkan di Kab. Bogor meliputi beberapa macam, yang paling utama adalah jenis kohaku, sanke dan gosiki. Kohaku merupakan jenis ikan koi yang paling tua dan paling terkenal diantara jenis ikan koi lainnya. Kohaku ini memiliki warna dasar putih solid yang dilapisi dengan warna merah. Kohaku yang berkualitas adalah kohaku yang memiliki warna yang cerah, warna dasar ikan tidak terdapat bercak noda, warna merahnya cerah, dan pola kombinasi warna putih dan merah disepanjang tubuhnya. Sedangkan jenis sanke merupakan salah satu jenis ikan koi yang memiliki warna dasar putih yang dikombinasikan dengan pola warna merah dan hitam. Ikan koi Sanke dikatakan berkualitas jika ikan ini memiliki pola warna seperti Kohaku, namun terdapat warna pelengkap yaitu warna hitam.


Adapun gosiki mempunyai ciri warna dasar putih solid dengan pola hitam dan merayap biru, merah dan hitam overlay warna putih, hitam dan biru dasar. Goshiki biasanya diterjemahkan sebagai “lima warna”. Terhadap tiga jenis ikan mas tersebut masyarakat Kab. Bogor dan pembeli yang berasal dari daerah sekitar Kab. Bogor sering menyebut dengan ikan koi parung dan ikan koi Sukabumi.
 
Pembesaran Ikan Koi

Benih ikan koi yang akan dibesarkan diperoleh dari Pasar Salabintana Kab. Sukabumi dengan jenis koi lebih dikenal dengan jenis koi sukabumi. Benih koi yang sudah didapat biasanya dibesarkan dengan waktu siklus pembasaran kurang lebih selama empat bulan. setelah empat bulan pemeliharaan/pembesaran, biasanya diperoleh ikan hias dengan ukuran 10-15 cm, 25-30 cm dan 30-45 cm. Berdasarkan pengalaman menjalankan usaha pembesaran dan penjualan ikan koi, tingkat kematian (mortalitas) ikan mencapai 25% atau dengan kata lain ikan yang hidup sekitar 75% dari total benih yang ditebar.


Dari 75% yang yang hidup tersebut, rata-rata 2% - 5% merupakan ikan koi dengan kualitas grade A, kemudian secara berurutan kualitas grade B sebesar 30% dan kualitas grade C sebesar 60-75%. Sebagian besar, pola pembudidayaan adalah bagi hasil antara pekerja dan pemilik. Pekerja diupah dengan komisi per ekor, Rp.10 per ekor dari yang dipanen, dengan sistem pembayaran seperti ini pekerja akan lebih hati-hati dan akan menjaga ikan koi dengan baik.


Ikan koi dengan kualitas grade A mempunyai ciri-ciri antara lain : gradasi warna lebih tajam, warna seimbang antara sisi kanan dan sisi kiri, bentuk badan terpedo penuh dan sisik lebih rapi dan bersih. Sedangkan kualitas grade B mempunyai ciri-ciri antara lain : warna tajam tapi tidak teratur, keseimbangan warna kurang sempurna antara sisi kanan dan sisi kiri, bentuk badan tidak cenderung torpedo dan lebih ke ikan mas, sisik kurang tertata. Untuk grade C memiliki ciri-ciri antara lain : gradasi warna tidak beraturan dan sisik tidak rapi.
 
Harga Ikan Koi

Harga ikan koi sangat bervariasi tergantung jenis, ukuran, grade, kualitas dan kuantitas ikan koi yang dibeli. Harga ikan koi juga sangat beragam tergantung dari preferensi konsumen (pehobi ikan koi) dan cenderung bersifat subjektif. Harga ikan koi ukuran 10-15 cm per ekor dengan grade A berkisar antara Rp.45.000 - Rp.55.000, sedangkan grade B berkisar antara Rp.12.500 – Rp.17.500, dan grade C berkisar antara Rp.5.000 – Rp.7.500. Ikan koi ukuran 10-15 cm dengan kualitas kontes berkisar antara Rp.100,000 – Rp.200.000.


Ikan koi dengan ukuran 25-30 cm, harga di pasaran per ekor untuk grade A berkisar antara Rp.450.000 – Rp.500,000, sedangkan grade B berkisar antara Rp.150.000-Rp.200.000 dan grade C pada kisaran harga Rp.70.000-Rp80.000. Ikan koi dengan ukuran lebih besar yaitu 30-40 cm berkisar pada harga diatas Rp.1.000.000 – Rp.2.000.000 per ekor. 
 
Saluran Distribusi Ikan Koi

Secara garis besar jalur distribusi ikan di Kab. Bogor adalah sebagai berikut : Pembudidaya à Pedagang Grosir à Pedagang Eceran à Konsumen. Tempat jual beli atau transaksi ikan koi juga beragam antara lain : pembelian langsung ke kolam pembudidaya, kolam penampungan, pasar, toko eceran ikan hias, pedagang ikan hias keliling dan transaksi atau jual beli antar sesama pehobi ikan koi.


Sasaran pasar yang berbeda berpengaruh pula terhadap aktivitas saluran distribusi. Ikan koi dengan kualitas grade A dan kontes, pada umumnya diminati oleh pehobi dengan budget yang tinggi karena ikan koi grade A dan kontes mempunyai harga yang tinggi pula. Terhadap sasaran pasar pehobi ini, umumnya pehobi datang ke pembudidaya dan memilih secara langsung ikan koi mana yang akan dibeli. Pehobi dengan kelas kontes, sudah mempunyai kriteria sendiri dalam memilih ikan koi dan melakukan tawar menawar secara langsung sesuai kualitas yang diminati.


Ikan koi dengan kualitas grade B dan grade C pada umumnya diminati oleh pehobi dengan budget yang tidak terlalu tinggi, terhadap sasaran pasar ini aktivitas saluran distribusi yang dilakukan adalah pehobi membeli ke padagang grosir untuk pembelian dalam jumlah banyak dan ke pedagang eceran untuk pembelian per ekor.
 
Pemasaran Ikan Koi

Ikan koi dipasarkan ke wilayah dalam Kab. Bogor antara lain pasar ikan hias Parung, pasar ikan hias Ciseeng dan pasar ikan hias Laladon. Pemasaran ikan koi dari Kab. Bogor juga menjangkau wilayah Kota Bogor ,Depok, Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Tasikmalaya. Sedangkan untuk luar pulau jawa, pasar ikan koi menjangkau wilayah Lampung, Palembang dan Bengkulu.


Terdapat dua jenis sistem pemasaran yang umum dilakukan oleh pedagang ikan koi di Kab. Bogor, yaitu ikan koi dijual per ekor dan dijual per paket. Untuk ikan koi yang dijual per ekor, seperti sistem pemasaran pada umumnya, yaitu pembeli memilih ikan koi sesuai grade dan kualitas, kemudian membayar sesuai jumlah ikan yang dibeli. Berbeda dengan penjualan sistem paket dimana pembeli harus membeli 1 paket ikan yang biasanya terdiri dari dari lima ekor ikan dengan kualitas yang bervariasi (satu ekor kualitas bagus, tiga ekor kualitas sedang dan satu ekor kualitas rendah). Ikan koi sukabumi umumnya dijual dengan sistem penjualan per ekor dan ikan koi parung pada umumnya dijual dengan sistem penjualan paket.


Sistem pemasaran berbeda yang diterapkan oleh pedagang ikan koi di Kab. Bogor ini merupakan strategi pemasaran untuk menarik minat konsumen. Konsumen yang rata-rata pehobi ikan koi akan membeli sesuai dengan preferensi konsumen yang mereka punya dan hobi dari masing-masing konsumen. Aktivitas distribusi dan pemasaran yang dilakukan oleh pelaku usaha ikan koi di Kabupaten Bogor bervariasi sesuai dengan jenis dan grade ikan koi, aktivitas distribusi dan pemasaran sudah bagus terbukti dengan adanya peningkatan jumlah produksi ikan hias seiring dengan peningkatan permintaan pasar, dimana produksi ikan hias mencapai 242.520,23 RE (ribu ekor), atau meningkat sebesar 100,12% dari target Tahun 2015 yaitu 242.218 RE.

HUBUNGI KAMI

  • Jl. Raya Setu No. 70 Kel.Setu, Kec.Cipayung Jakarta Timur 13880
  • (021) 84998429
  • sekretariat@bbp2hpjakarta.kkp.go.id
  • @bbp2hp

BERLANGGANAN ARTIKEL




POLLING

Bagaimana pendapat Anda mengenai performa website BBP2HP?





PENGUNJUNG

web counter